Aruh Baharin

Pesta adat Aruh Baharin

Ini salah satu transportasi di sungai Barito yang merupakan tumpuan bagi warga sekitar untuk menyebrang dari 1 pulau kepulau yang lain

Ini salah satu transportasi di sungai Barito yang merupakan tumpuan bagi warga sekitar untuk menyebrang dari 1 pulau kepulau yang lain

Banjarmasin

Negeri Emas hitam

Tempat pembuatan perahu jukung di Sungai Barito

Tempat pembuatan perahu jukung di Sungai Barito

Alat musik panting

Pengamen tradisional, musik panting, Banjarmasin

Aruh baharin

Indonesia ialah sebuah negara kepulauan yang juga disebut sebagai Nusantara yang terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan antara Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Dengan jumlah 33 Provinsi dan terdiri dari 17 508 pulau sehingga Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia serta memiliki beragam jenis suku dan budaya yang ada didalamnya menambah kekhasan tersendiri disetiap daerahnya.

Salah satunya suku tertua di Pulau Kalimantan adalah “dayak”, suku asli pulau kalimantan ini memiliki banyak kegiatan adat istiadat dan budayanya salah satunya adalah “Aruh Baharin” yaitu pesta syukuran yang dilakukan gabungan keluarga besar yang berhasil panen padi di pahumaan (perladangan) . Upacara Adat Aruh Baharin, Pesta yang berlangsung tujuh hari itu terasa sakral karena para balian yang seluruhnya delapan orang itu setiap malam menggelar prosesi ritual pemanggilan roh leluhur untuk ikut hadir dalam pesta tersebut dan menikmati sesaji yang dipersembahkan.

Lima balian (tokoh adat) yang memimpin upacara ritual ,berlari kecil membunyikan gelang hiang (gelang terbuat dari tembaga kuningan) sambil mengelilingi salah satu tempat pemujaan sambil membaca mantra yang Dihadiri warga Dayak sekitarnya.
Namun tidak hanya itu sebagai ungkapan rasa syukur lainnya yang telah diberikan sang pencipta atas tercapainya cita-cita yang melakukan hajat bisa melangsungkan ritual ini dengan rasa suka dan duka.

Penulis sempat berfoto bersama seorang prajurit perang suku dayak, sambil menghunus mandau senjata asli suku dayak terlihat gagah dan perkasa dan seketika nyali sayapun ciut saat menyaksikan pertunjukan debusnya suku dayak.

Tidak berkedip rasanya ketika menyaksikan aksi-aksi yang cukup berbahaya dan terbilang ekstrim ini dimana sekujur badan sipendekar dilumuri oleh api dari bilah kayu yang menyala, ditambah sebatang rotan yang berduri tajam yang seolah tak mampu menusuk kulit mereka, seketika saya berdecak kagum dan kaget dari aksi-aksi yang mereka tampilkan. Dan terbayar sudah perjalanan saya di Kalimantan ini tentunya menorehkan pengalaman yang luar biasa dengan keindahan alam dan budayanya untuk diceritakan kepada anak cucu kita kelak.

Advertisements