Pahat batu

Patung ini cukup uniq karena didalam kepala budha terdapat beberapa kepala budhist yang sedang bertapa

Patung ini cukup uniq karena didalam kepala budha terdapat beberapa kepala budhist yang sedang bertapa

Proses pengerjaan pahat batua

Proses pengerjaan pahat batua

[/caption]
Salah satu lokasi untuk menikmati sunrise dengan pemandangan yang menakjubkan

Salah satu lokasi untuk menikmati sunrise dengan pemandangan yang menakjubkan

Establish candiimageCandi Borobudur

Diambil saat melakukan peliputan tentang sejarah candi borobudur

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu candi termegah yang ada di Indonesia bahkan didunia loh berdasarkan Guinnes World Records yang berpusat di London candi ini merupakan yang terluas yang ada di dunia, yah tidak lain candi itu adalah “Candi Borobudur”.

Candi yang dibangun dengan 60 ribu meter kubik struktur bebatuan dengan tinggi 34,5 m (113 kaki) dan kerangka dasarnya berukuran 123×123 sudah menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO. Kemegahan Candi Borobudur akan membuat semua orang takjub. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana Candi Borobudur dibangun dan ajaran di dalamnya?

Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar yang dibangun pada abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Candi borobudur terletak di Magelang, atau sekitar 40 km dari Yogyakarta. Bagi para traveler, Candi Borobudur adalah objek wisata yang menarik dan unik. Selain mengagumi arsitekturnya, Candi Borobudur adalah tempat yang sempurna untuk melihat sunrise dan sunset.

Candi ini memiliki 1 stupa induk, 72 stupa terawang dan 504 patung Budha. Selain itu, ada ribuan relief yang tersusun dalam panel-panel di Candi Borobudur, yang menggambarkan kisah, agama, atau pun sejarah dari masa lampau.

Candi Borobudur memiliki 10 tingkat dan 3 tingkatan dari ajaran agama Buddha. 3 tingkatan tersebut yakni, tingkatan pertama Kamadhatu atau dunia nafsu. Di tingkatan ini manusia masih dipengaruhi oleh nafsu dan hal-hal negatif. Tingkatan kedua, Rupadhatu atau dunia terbentuk, yang artinya manusia telah mampu mengendalikan dirinya dari segala nafsu. Tingkatan terakhir, Arudaphatu atau dunia tanpa bentuk, yang berarti, manusia tidak lagi mengejar keinginan-keinginan manusiawi.

Konon, Candi Borobudur dibangun selama lebih dari 50 tahun! Arsitek yang merancangnya adalah Gunadharma. Dibutuhkan lebih dari 2 juta balok batu vulkanik untuk membangun Candi Borobudur. Batu-batu tersebut, diambil dari sungai yang berada di sekitar Candi Borobudur. Uniknya, saat itu mereka tidak menggunakan lem perekat, semen, atau sejenisnya. Teknik yang menarik untuk mengunci bebatuan tersebut menjadi rekat dan tahan selama berabad-abad adalah ‘Kunci L’.

Perhatikanlah setiap pijakan Anda di Candi Borobudur. Bebatuannya tidak berbentuk seperti keramik yang tersusun kotak-kotak. AKan tetapi, bebatuannya membentuk huruf ‘L’. Sebuah metode luar biasa yang telah ditemukan berabad-abad silam.

Tanah sebagai pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah asli dan tanah urug atau buatan. Pembuatan tanah urug disesuaikan dengan bentuk candi. Perhitungan setiap inci pembangunan candi pun dilakukan dengan tepat dan akurat. Maka dari itu, Gunadharma bisa dibilang sebagai arsitek yang handal sekaligus ilmuwan fisika yang jenius.

Ada yang mengatakan, pembuatan Candi Borobudur dibantu oleh mahluk luar angkasa atau alien. Akan tetapi, pembuatan Candi Borobudur lebih mengarah kepada ilmu pengetahuan yang menakjubkan. Teknologi pembuatan Candi Borobudur di masa lampau, menjadi bukti betapa hebatnya bangsa ini.

Silakan berkunjung ke Candi Borobudur, untuk melihat keindahannya, ajaran-ajaran di dalamnya, serta mempelajari bentuk bangunannya yang sempurna.

Advertisements